Diduga Perencanaan Tak Matang, MT-AB Sorot: Proyek Siap Di PHO Dalam Masa Pemeliharaan Hancur Milik PUPR Sumbar.

Sumbar Padang .Auditposnews.com–Terkait proyek yang berada dibukit air manis yang lonsor membuat pertanyaan masyarakat , soalnya proyek yang baru siap dikerjakan oleh pelaksana ,sudah sesuai kah dari perencanaan awal ,proyek dengan nilai 7 lebih bukan sedikit dananya,lonsor tepatnya dititik bagian yang baru siap dikerjakan amblas membuat jalan baru tersebut putus total.

Syafrigon dt Cinto Kayo Selaku Ketua Umum Lembaga , (MT-AB) Masyarakata Transpransi Anak Bangsa , akan melaporkan terkait masalah proyek yang lonsor ini Namun lonsornya dititik yang baru siap dikerjakan ‘

kalau ini proyek disebut bencana alam tentu ada gempa dan banjir selain dari proyek tersebut,kilahnya,

Tentunya Terkait proyek yang hancur akibat lonsor ini PA, PPK, PPTK, harus dipertanyakan oleh pihak penegak hukum dan juga pihak pelaksana serta pengawasan dalam pekerjaan proyek ini.

Ini proyek nilainya bukan kecil bukan proyek PL ini proyek dengan nilai 7 milyar lebih kok bisa hancur mana ilmunya , yang terkait dalam pelaksanaan proyek ini .
Apa bila ada proyek yang lonsor dalam masa pemeliharaan dibilang bencana alam.

Proyek milik PUPR Sumbar tahun anggaran 2019 siap di PHO dan dalam masa pemeliharaan pihak pelaksana . Lonsor mengakibatkan jalan tersebut jalan putus total yang baru siap dikerjakan.

Proyek Ruas jalan Teluk Bayur – Nipah – Purus, yang dikerjakan oleh kontraktor PT Dhamor Utama . Rp 7,2 217.378.978.00, dana DAK, nomor kontrak 620/20/KTR-BM/2019, pengerjaan 210 hari kalender.

Diduga karena pekerjaan yang dilaksanakan oleh pekerja jauh dari nilai teknis yang dianjurkan. Bahkan ada juga dugaan material yang digunakan pada proyek tidak sesuai dengan spesifikasi teknis

Sepanjang 50 meter. yang lonsor ,Abdullah salah seorang warga yang berada dilokasi jalan lonsor tersebut mengatakan jalan yang baru selesai diaspal itu longsor dan putus diduga timbunan tak sesuai material yang pakai lokasi ini kalau hujan bahaya pak, karna tanah disini labil apa lagi yang baru dikerjakan..

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat, Dedi Rinaldi, yang dikonfirmasi oleh media local mengatakan, pekerjaan tersebut telah habis massa pemeliharaannya pada Bulan Juni lalu dan juga sudah selesai FHO Namun masih dalam massa pemeliharaan di bulan Mei lalu terjadi longsor yang mengakibatkan plat dwiker ikut terseret jatuh.

Jalan yang longsor tersebut sudah ada saluran, namun masih saja ada air yang lewat disela plat beton, sehingga terjadi pengikisan disekitar plat tersebut. “Longsor ini murni bencana alam. Dan saat ini kita sudah mengantisipasi dengan memasang gorong – gorong baja untuk penanganan darurat dalam waktu cepat,”kata Dedi.

Pekerjaannya sudah sesuai dengan Bestek, longsor yang terjadi ini murni bencana alam sehingga pekerjaan nya dibiayai menggunakan dana bencana alam tahun anggaran 2020. Dan pekerjaannya sendiri dilaksanakan secara swakelola oleh unit pelayanan gangguan di bagian Alkal.

Sebelum longsor terjadi dilokasi tersebut, pada waktu itu pasangan batu penahan tebing dinilai sudah tepat, namun karena peristiwa longsor ini pasangan batu penahan tebing sudah tidak tepat lagi, jelasnya.

Pekerjaan peningkatan pembangunan jalan provinsi Teluk Bayur – Nipah – Purus sepanjang 1400 meter disinyalir langgar spesifikasi dalam menggunakan material oleh kontraktor PT. Dhamor Utama. Bahkan ada juga dugaan jenis item pekerjaan dilaksanakan tidak sesuai dalam kontrak yang telah disepakati atau dengan teknis dianjurkan.

Namun dalam massa pelaksanaan oleh kontraktor disinyalir telah mendapat sorotan masyarakat baik pekerjaan maupun material yang digunakan seperti urugan dan timbunan pilihan diduga tidak sesuai spek.

Karena untuk penggunaan material urugan dan timbunan pilihan, ada dugaan kontraktor PT Dhamor Utama menggunakan batu pecahan gunung yang berasal dari Stand Crusher tidak memiliki izin.,namun sepengatahuannnya perusahaan tersebut memiliki izin tambang galian C.

Sementara dari pantauan media ini dilokasi kegiatan, Kamis (2/8), terlihat urugan didominasi batu pecahan gunung yang ukuran besar, kemudian batu pecahan gunung dicampur dengan tanah gunung selanjutnya dipadatkan.

Timbunan pilihan yang digunakan kontraktor sudah sesuai dengan spek yang semestinya, bahkan kita menjamin urugan lebih bagus dari yang ada didokumen batu pecahan(spilit) itu didatangkan dari daerah perbatasan Pessel-Padang, tepatnya diKelok Jariang, ungkap bambangg.

Syafrigon dt Cinto Kayo Selaku Ketua Umum Lembaga , (MT-AB) Masyarakata Transpransi Anak Bangsa berkedudukan di Sumatra Barat minta kepada penegak hukum untuk mengusut proyek dengan nilai kontrak,Rp 7,2 217.378.978.00, ungkapnya. hasmi

Share:

Array

Komentar:

Berita Lainnya