Lembaga MT-AB Pertanyakan Proyek Embung Universitas Andalas Milik BWSS V Pekerjaan Hanya 20 Meter Kontrak Dimulai 23 Maret 2022. Kontrak.Rp.6.488.000.000.

Lembaga MT-AB Pertanyakan Proyek Embung Universitas Andalas Milik BWSS V Pekerjaan Hanya 20 Meter Kontrak Dimulai 23 Maret 2022. Kontrak.Rp.6.488.000.000.

Inilah bentuk kinerja yang memenangkan proyek Embung andalas yang dikerjakan oleh CV Saguna Karya Pratama proyek yang berada di Bukit Kampus Unan dekat Surau Batu

Keterlambatan pekerjaan proyek di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. pekerjaan, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air WS. IAKR Provinsi Sumbar.

di Pertanyakan Lembaga MT-AB. Safrigon Datuak Cinto Kayo selaku ketua DPP yang berada Padang Sumbar .

Pasalnya, proyek pembangunan Embung Universitas Andalas Kota Padang, bernomor Kontrak HK.02.03/01/SNVT-PJPA WS. IAKR/ATAAB-II/III/2022, sudah setengah bulan berjalan dari kontrak belum terlihat aktifitas pekerjaan.

Bahkan, proyek dimulai, 23 Maret 2022, nilai kontram Rp. 6.488.000.000, kontrak ditandatangani 23 Maret lalu, pekerjaan sebatas pembukaan jalan dan timbunan.

Itupun hanya diperkirakan sepanjang 20 meter. Dan, masih jauh menuju lokasi pekerjaan embung

Pekerjaan lain, proyek dikerjakan kontraktor pelaksana CV Saguna Karya Pratama, juga sebatas direksi cats dan plang peringatan ada pekerjaan.

Sehingga, proyek konsultan PT Vitech Pratama Konsultan, bakal terlambat dari jadwal

Sebab, proyek waktu pelaksanaan 284 hari kalender, belum masih minim dalam melakukan pekerjaan setelah kontrak ditandatangani.

Penyelusuran media yang paling pokal di Sumatra Barat itu membuat Lembanga MT-AB angkat bicara dalam pelaksanaan proyek yang begitu besar dananya diduga bekerja ada keraguan nampaknya melihat lokasi medan lokasi.

saat media tersebut menyelusuri senin (9/5), tak ada aktifitas pekerjaan.

Kalaupun sudah dilakukan, hanya pembukaan dan timbunan jalan, itupun masih sepanjang 20 meter. Sehingga masih jauh dari lokasi pekerjaan embung

Direksi cats terlihat kosong dan tak berpenghuni.

Dan, masih terlihat di kunci. Padahal, proyek ini, kontrak ditanda tangani, 23 Maret lalu.

Menariknya, material timbunan diambil dari lokasi proyek chek dam milik BWSS di kampus itu. Ada sekitar 3 titik chekdam dilokasi tersebut.

Ini terungkap, saat media investigasi tersebut menelusuri pekerjaan di kampus Unand.

Sampai menyusuri pekerjaan dilokasi chekdam lama, tak ditemukan pekerjaan embung.

Namun, baru diketahui, setelah salah seorang warga menunjukkan lokasi pekerjaan.

Mamak, warga setempat, saat ditanya dimana lokasi, pekerjaan, mengatakan, pekerjaan berada dekat Surau Batu. Sekarang, pekerjaan masih belum jalan.seperti yang diuraikam media tersebut.

Hanya dilakukan pembukaan dan penimbunan jalan.

“Sekarang tak ada aktifitas pekerjaan, sebab tak ada warga dan mobil colt yang mengambil material timbunan.

 

Sebab, timbunan diambil di dekat chekdam atas dan dua lagi bagian bawah.

 

Setiap hari dipenuhi warga dan mobil colt,” katanya.

 

Diprediksi material timbunan tak memiliki izin dan beresiko terhadap proyek chekdam milik BWSS V. Sebab, material diambil tak berjarak.

 

“Material diambil dekat bendungan itu,” kata Mamak, menunjuk lokasi material yang diambil.

Ketika dikonfirmasikan kepada PPK Adi Putra, terkesan bungkam.ungkap media tersebut.Hs.

 

 

Share:

Komentar:

Berita Lainnya